Jumat, 03 Agustus 2012

Sinergi OTOT OTAK ATI

Oleh : Moch. Hasyim

Otot simbul kekuatan fisik. tukang becak dan kuli di pasar merupakan contoh orang yang bekerja mengandalkan otot. makin kuat ototnya makin besar beban yang dapat diangkat. dan makin besar pula imbalan yang didapat. kecenderungannya, orang yang bekerja mengandalkan otot akan stagnan. tidak banyak perubahan dalam alur dan volume pekerjaannya. banyak kuli pasar yang tetap bertahan dalam profesinya mulai remaja hingga usia tua.
Sementara otak merupakan simbol kepintaran. makin encer otak seseorang makin cerdas pikirannya. seorang penipu atau pencuri adalah contoh orang yang mengandalkan otak. Begitu juga konglomerat bekerja dengan menggunakan otak.
Otak bisa diasah, karena otak juga berfungsi sebagai memori, makin banyak peristiwa yang dialami makin banyak yang tersimpan dalam otak. juga makin pintar seseorang untuk mengolah pikirannya. sebaliknya otak yang tidak diasah, tidak dilatih untuk berfikir akan menjadikan otak tumpul. tidak pintar berkreasi dan tidak pandai mencari solusi.
Perpaduan antara otot dan otak secara maksimal akan menimbulkan peristiwa-peristiwa yang luar biasa. misal raja Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah denga pasukan gajahnya namun gagal.
Maka dari itu seseorang yang hanya memadukan kekuatan otot dan otak seringkali menimbulkan kekacauan. seperti timbulnya raja-raja dan para pemimpin yang kejam dan bengis. Firaun dan Hitler adalah contohnya. mereka adalah lembaran merah dalam catatan sejarah....
Namun satu lagi yang harus dilengkapi dalam kehidupan manusia. Yaitu Hati atau ATI. Apakah Hati itu? Apakah liver yang sering menjadi sarangnya penyakit Hepatitis itu yang dimaksud hati? ataukah jantung itu yang dimaksud hati. Tidak bisa di jawab pasti. Yang pasti Rasullullah SAW. telah menyebutkan bahwa yg dimaksud hati adalah segumpal daging dalam tubuh manusia yang sangat berpengaruh pada sekujur tubuhnya. bila daging itu baik maka baik pula seluruh tubuhnya dan sebaliknya.
Tidak jauh beda dengan otak, hati juga bisa diisi. Isinya pun terserah masing-masing yang punya hati itu sendiri. Hanya saja Allah SWT. dan rasulnya memberikan pilihan bahwa isi yang terbaik bagi hati adalah agama atau hidayah. dan agama yang dipilihkan Allah swt adalah ISLAM yang telah diwahyukan kepada nabi Muhammad saw, dengan kitab Al-Qur'annya.
Karena hati berperan sangat vital terhadap seluruh anggota tubuh, maka hati itu haruslah ditata harus diatur isi dan pengisiannya. yang masuk ke hati harus  yang baik dan benar. Keimanannya benar dan kuat, wawasan ketuhanannya benar, wawasan kemanusiaannya benar, dan wawasan muamalahnya benar. sehingga yang dihasilkan otak adalah suatu hal yang baik menurut ALLAH SWT maupun menurut manusianya.

Sinergi antara otot, otak dan hati sebenarnya sudah jamak terjadi. namun penekanannya yang berbeda-beda. Kuli adalah profesi yang mengandalkan otot tapi tidak mengoptimalkan peran otak. Pemimpin yang kejam hanya mengandalkan otot dan otak tapi tidak mengoptimalkan HATI.

Jika seseorang beraktivitas menggunakan HATI sebagai imamnya tentu akan memberikan hasil yang optimal. Dimana Hatinya sudah tersetting sebagai hati yang bersih dan lurus mengikuti pesan pencipta-nya Dia bekerja tidak berdasarkan Nafsu atau emosi. Dia tidak hanya pekerja cerdas, tetapi juga mawas. Nilai pekerjaannya adalah jangka panjang, bukan ukuran sebatas mata memandang. Nilai 1 disis ALLAH dipandang lebih tinggi dari nilai 100 dihadapan manusia. Nilai kepuasan muncul bila berhasil memberi jalan selamat bagi orang lain. Hidup sesudah mati lebih dipikirkan ketimbang Kehidupan sebelum mati. Menangis sebelum mati lebih baik dari pada meratap sesudah mati.
Bila hati sudah ditata dan dijadikan pemuka, maka tidak ada lagi rasa kecewa dan putus asa. Karena semua urusan dikembalikan Kepada Yang Maha Kuasa. Kepuasan dunia hanyalah bumbu semata, keridhoan Allah yang utama...

Dikutip dari majalah YATIM edisi Maret 2012 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar